TUTORIAL PHOTOSHOP

Posted On Februari 14, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

klik disini

Tutorial Microsoft Excel

Posted On Februari 14, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

selengkapnya dapat anda download disini

Tutorial Microsoft Excel

Posted On Februari 8, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

I. Mengenal Microsoft Excel

Microsoft Excel, untuk selanjutnya disingkat Excel, adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk membantu menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data. Disini kita akan banyak bersinggungan dengan metode2 pembuatan tabel dan grafik yang sangat dibutuhkan sekali dalam penyusunan data2 perusahaan, hasil2 penelitian, maupun dalam pembuatan makalah pribadi.

II. Bekerja dengan Microsoft Excel

A. Lembar Kerja Microsoft Excel
Sebelum mulai memasuki pembahasan Microsoft Excel, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana tampilan Microsoft Excel itu, beserta beberapa istilah2 umum yang akan digunakan. Beberapa istilah2 umum yang diberikan pada gambar dibawah ini akan banyak digunakan dalam pembahasan selanjutnya, sehingga akan lebih baik bila kita menghafalkannya dengan baik

B. Memasukkan Data ke Lembar Kerja
Berbagai jenis data dapat dimasukkan ke dalam lembar kerja seperti teks, nilai, tanggal, jam dan lain sebagainya. Untuk memasukkan data ke dalam suatu sel, dapat mengikuti langkah berikut ini :
1. Pilih atau klik sel tempat anda akan memasukkan data
2. Ketikkan data yang ingin dimasukkan
3. Tekan Enter atau tombol arah panah atau tombol PgUp dan PgDn

C. Memperbaiki Kesalahan Pengetikan
Bila ada kesalahan pengetikan data, anda dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah2 berikut ini :
1. Pilih sel yang datanya ingin diperbaiki, lalu tekan F2. Atau klik tombol kiri maouse 2 kali pada sel yang datanya ingin diperbaiki.
2. Selanjutnya perbaiki data yang salah tersebut dan tekan tombol Enter bila sudah selesai.

D.Menggunakan Rumus
Anda dapat memasukkan rumus yang berupa instruksi matematika ke dalam suatu sel pada lembar kerja. Operator hitung yang dapat digunakan diantaranya adalah + (penjumlahan), |(pengurangan), * (perkalian), dan ^ (perpangkatan).

E. Membuat Range/Blok Sel

Pada saat bekerja menggunakan Excel, kita tidak hanya bekerja dalam satu sel saja. Terkadang, anda akan bekerja dalam grup/kumpulan sel. Misalnya saja bila anda ingin merubah jenis huruf beberapa kolom dan (atau) baris, ingin merubah rumus beberapa kolom dan (atau baris), copy-paste atau mendelete data beberapa kolom dan(atau) baris, dll. Dalam kondisi2 seperti ini, anda dapat menggunakan range/blok sel ini untuk memudahkan kerja anda.

Range dinamakan menurut alamat sel di ujung kiri atas sampai ujung kanan bawah. Sebagai caontoh, range dari sel B2 sampai E7 dituliskan sebagai range B2:E7.
F. Menghapus Data
Untuk menghapus data di suatu sel atau range tertentu, pindahkan sel ke, atau buatlah range tempat yang ingin dihapus, lalu tekan tombol Delete. Dan bila ingin menghapus format tampilan data/sel dapat dilakukan dengan memilih dan mengklik menu Edit, Clear, Formats.

G. Menyisipkan Sel, Baris dan Kolom
Kadangkala kita perlu untuk menyisipkan baris atau kolom karena saat memasukkan/mengetikkan data, ternyata ada data2 yang terlewat. Langkah2 yang dapat ditempuh adalah seperti berikut ini :
1. Sorotlah sel, atau buatlah range tempat sel, baris atau kolom baru akan disisipkan
2. Pilih dan klik di baris menu :

  • Insert, Rows untuk menyisipkan baris baru
  • Insert, Column untuk menyisipkan kolom baru
  • Insert, Cells untuk menyisipkan sel baru

H. Menghapus Sel, Baris atau Kolom
Selain data yang terlewat, terkadang kita juga menemukan data – data yang mengalami penulisan dua kali. Untuk yang semacam ini, untuk memperbaiki penulisan data dapat ditempuh dengan menghapus sel, baris ataupun kolom.
1. Sorot sel atau range tempat sel, baris atau kolom yang akan dihapus
2. Pilih dan klik menu Edit, Delete. Kotak dialog Delete akan ditampilkan
3. Pilih dan klik salah satu pilihan berikut ini :

  • Shift cells left, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada baris sama di sebelah kanannya
  • Shift cells up, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada kolom sama di sebelah bawahnya
  • Entire row, digunakan untuk menghapus seluruh baris pada sel atau range yang anda sorot
  • Entire column, digunakan untuk menghapus seluruh kolom pada sel atau range yang anda sorot

4. Klik OK

Panduan Belajar Mudah dan Praktis Ms. Excel 2007

Posted On Februari 6, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Rabu, 13 Pebruari 2008

panduan_otodidak_excel_b1

Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan Ms. Excel hanya untuk penabelan dan sedikit penghitungan. Hal itu membuat penggunaan Ms. Excel menjadi kurang optimal. Padahal, banyak sekali fungsi yang bisa dijalankan melalui Ms. Excel, terutama di Ms. Excel 2007.
Sebenarnya, mempelajari Ms. Excel itu tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Penggunaan tutorial dalam mempelajari Ms. Excel sangat dianjurkan. Sebab, layaknya belajar matematika, siapa pun pasti akan mengalami kesulitan besar tanpa belajar dan dibimbing oleh ahlinya. Selain itu, di dalam Ms. Excel terdapat menu dan kode rumus yang mesti diketahui untuk membuat sistem perhitungan sesuai yang diinginkan.

Kita ambil satu contoh, seseorang mungkin biasa menggunakan kalkulator dalam membuat perhitungan matematika, kemudian ia menuliskannya di Ms. Word. Cara ini, bagi dirinya memang terasa mudah. Padahal, hal tersebut bisa dilakukan secara sekaligus bila ia menggunakan Ms. Excel. Jadi lebih praktis, efisien, dan mudah.

Akan tetapi, untuk mendapat kemudahan dan kepraktisan di atas, ia mesti belajar melalui tutorial. Sebab, dari sanalah ia bisa mendapatkan petunjuk fungsi-fungsi dan penggunaan yang terdapat pada Ms. Excel.

Berkaitan dengan hal di atas, mediakita menerbitkan buku Panduan Belajar Otodidak Microsoft Excel 2007 – Mudah, Praktis, dan Lengkap. Yaitu, buku tutorial Ms. Excel 2007 yang dikemas sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami dan simple.

Melalui buku yang ditulis oleh Catur Hadi Purnomo ini, Anda bisa belajar Microsoft Excel 2007, mulai dari A sampai Z. Dengan belajar secara otodidak dari buku ini, Anda bisa mahir menggunakan Ms. Excel 2007. Sedangkan bagi yang sudah mahir, Anda bisa mengoptimalkan beberapa pekerjaan di Ms. Excel 2007. Di antaranya membuat surat massal, membuat dokumen dalam bentuk koran, membuat layout buku, membuat brosur, atau membuat desain cover.

Buku tutorial ini berisi petunjuk dan panduan penggunaan fungsi-fungsi dari menu dan fitur yand disediakan Ms. Excel 2007. Dengan demikian, pengguna Ms. Excel 2007 bisa membuat laporan keuangan, manganalisa data statistik, menyelesaikan tugas matematika, dan masih banyak lagi. Semua pekerjaan ini, bisa lebih menarik dengan menampilkan grafik dari pekerjaan yang kita buat

gAMbaR WiRiLiNe….

Posted On Oktober 19, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Sistem telepon wireline atau yang dikenal juga dengan sebutan PSTN (Public Switch Telephone Network) atau yang di Indonesia sering juga disebut telepon kabel jelas berbeda dengan system telepon wireless atau yang disebut juga system seluler. Tapi, seperti apakah perbedaan kedua system ini? Apakah bedanya cuma karena yang satu pake kabel dan yang satu tidak? Mungkin uraian sederhana dibawah ini dapat sedikit memberi gambaran tentang perbanding kedua system telepon ini.

Wireline
System telepon wireline perkembang jauh sebelum orang mengenal system telepon wireless, yaitu pada sekitar tahun 1870-an. System ini disebut wireline karena kable digunakan sebagai media tranmisi yang menghubungkan pesawat telepon pelanggan dengan perangkat di jarinagan telepon milik operator. Gambar di bawah ini menunjukan arsitektur jaringan telepon wireline secara umum.

pstn_kecil.JPG

Gambar 1 -Arsitektur jaringan system wireline

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa pesawat telepon pelanggan di rumah-rumah dihubungkan dengan sentral telepon (switching unit) dengan menggunakan media kabel. Secara umum komponen jaringan yang digunakan dalam sebuah jaringan telepon wireline adalah :

  • Sentral Telepon (switching unit) : adalah perangkat yang berfungsi untuk melakukan proses pembangunan hubungan antar pelanggan. Sentral telepon juga melakukan tugas pencatatan data billing pelanggan.
  • MDF (Main Distribution Frame) : adalah sebuah tempat terminasi kabel yang menghubungkan kabel saluran pelanggan dari sentral telepon dan jaringan kable yang menuju ke terminal pelanggan. Bila sebuah sentral telepon memiliki 1000 pelanggan, maka pada MDF-nya akan terdapat 1000 pasang kabel tembaga yang terpasang pada slot MDF-nya, dimana setiap pasang kabel tembaga ini akan mewakili satu nomor pelanggan. Dan 1000 pasang kabel yeng terpasang di slot MDF ini akan di-cross coneect dengan 1000 pasang kable lain yang berasal dari saluran pelanggan yang menuju ke pesawat terminal pelanggan. Jadi bila seorang pelanggan ingin agar nomor teleponnya diganti dengan nomor lain, maka proses perubahan nomor ini dapat dengan mudah dilakukan dengan merubah koneksi saluran pelanggan di MDF-nya. MDF bisanya diletakan pada satu gedung yang sama dengan sentral teleponnya (berdekatand engansentral telepon).
  • RK (Rumah Kabel) : juga merupakan sebuah perangkat cross connect saluran pelanggan, hanya saja ukurannya lebih kecil. Jadi dari MDF, kable saluran pelanggan akan dibagi-bagi dalam kelompok yang lebih kecil dan masing-masing kelompok kabel akan didistrubikan ke beberapa RK. Dan dari RK, kable saluran pelanggan ini akan dibagi-bagi lagi ke dalam jumlah yang lebih kecil dan terhubung ke beberapa IDF. Bentuk phisik RK adalah sebuah kotak (biasanya berwarna putih) dan banyak kita temui dipinggir-pinggir jalan.
  • IDF (Intermediate Distribution Frame) : juga merupakan sebuah perangkat cross connect kabel saluran pelanggan, dengan ukuran yang lebih kecil dari MDF dan RK. Secara phisik, IDF berbentuk kotak-kotak (biasanya warna hitam) yang terpasang pada tiang-tiang telepon.
  • TB (Terminal Box) : juga merupakan cross connect kabel saluran pelanggan yang menghubungkan antara kabel saluran pelanggan di dalam rumah dengan yang diluar rumah. Secara phisik, TB berbentuk kotak yang terpasang di rumah-rumah pelanggan.
  • Pesawat telepon pelanggan : perangkat yang berfungsi sebagai transceiver (pengirim dan penerima) sinyal suara. Pesawat pelanggan juga dilengkapi dengan bell dan keypad DTMF yang berfungsi untuk mendial nomor pelanggan.

gAMbaR wiRiLeSs..

Posted On Oktober 19, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.

Adapun langkah langkahnya sebagai berikut

  1. Memakai Enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.

  2. Gunakan Enkripsi yang Kuat. Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.

  3. Ganti Default Password Administrator. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.

  4. Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.

  5. Matikan WAP Saat Tidak Dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.

  6. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.

  7. Memakai MAC Filtering. Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.

  8. Mengisolasi Wireless Network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.

  9. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.

  10. Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb

DNS (Domain Name System)

Posted On Oktober 17, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

1.1. Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi
dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi
harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada
penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan
makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana
DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan
performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah
domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama
domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di
analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk
menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer
mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan
ke IP address.

1.2. Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama
komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web
browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet
dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di
Intranet.

1.3. Apa itu DNS?
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet
memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client
yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name.
Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut
berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan
komputer lainnya.

1.4. Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi
menjadi beberapa bagian diantaranya:
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan
periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
– com Organisasi Komersial
– edu Institusi pendidikan atau universitas
– org Organisasi non-profit
– net Networks (backbone Internet)
– gov Organisasi pemerintah non militer
– mil Organisasi pemerintah militer
– num No telpon
– arpa Reverse DNS
– xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain
training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti
client1.training.bujangan.com.

Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1
adalah host name dan detik.com adalah domain name.

1.5. Bagaimana DNS itu bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut
dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan
permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local
database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata
permintaan dari client tidak ditemukan.

Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke IP address.

ISP

Posted On Oktober 17, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Memilih ISP (Internet Service Provider)/PJI (Perusahaan Jasa Internet)
Bagi anda yang setidaknya pernah melakukan koneksi ke internet secara pribadi dari rumah (bukan memakai fasilitas kantor atau umum semacam warnet) tentunya sudah terbiasa dengan istilah ISP ini. Apakah ISP itu ? ISP adalah kepanjangan dari Internet Service Provider atau bila di-Indonesiakan menjadi Penyedia Jasa Internet.

Dalam proses koneksi ke internet, ISP ini sangat vital dan merupakan garda terdepan. Ini terutama dikaitkan dengan kenyamanan akses yang sangat ditentukan oleh kapasitas yang disediakan oleh ISP yang bersangkutan. Karena itu hal ini merupakan fokus utama dalam menentukan ISP yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda.

Karena itu sebelum menentukan ISP yang akan dipakai, ada beberapa info minimal yang perlu anda. Ini biasanya tertulis di situs masing-masing ISP yang bisa anda akses melalui direktori penyedia jasa. Poin penting yang perlu diketahui adalah :

  • Backbone koneksi yang dimiliki. Ini menentukan kapasitas terpasang yang bisa disediakan untuk lalu-lintas data. Semakin besar backbone yang dimiliki semakin baik. Biasanya dinyatakan dengan ukuran Mbps.
  • Kecepatan dan jenis modem yang bisa dilayani. Terutama perlu dipastikan layanan di daerah dimana anda akan melakukan koneksi, karena meski ISP yang sama seringkali layanan yang bisa diberikan berbeda tergantung daerahnya.
  • Lokasi akses poin terdekat. Ini terutama untuk kota besar seperti Jabotabek atau Surabaya, dimana meski satu kode wilayah biaya pulsa telepon bisa sangat berbeda.
  • Lokasi akses poin lain selain di sekitar domisili anda.

Selanjutnya adalah memahami kebutuhan anda dan mencari ISP yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

  • Bila anda sering bepergian dan membutuhkan akses ke internet dimanapun anda berada, maka prioritas utama adalah mencari ISP dengan jaringan luas di berbagai kota. Ini akan sangat murah karena dimanapun anda berada cukup mengakses akses poin terdekat. Sehingga anda cukup membayar pulsa lokal yang murah.
  • Berkaitan dengan hal ini, anda tidak perlu mencari ISP yang menyediakan jasa roaming meski anda sering ke luar negeri. Karena di luar negeri (terutama negara maju) anda bisa mengakses melalui warnet yang banyak bertebaran. Untuk mengakses surat elektronik di POP server ISP anda misalnya, anda bisa memakai sarana web-email gratis atau yang lebih cepat dan praktis memakai pembaca POP mail seperti yang disediakan di tiap webmail. Karena itu untuk internet sarana roaming memang tidak relevan dan mahal. Hal ini memang berbeda dengan ponsel.
  • Sesuaikan kecepatan akses yang bisa dilayani ISP anda dengan modem yang anda miliki. Memakai ISP yang menyediakan kecepatan 56 Kbps tentu saja tidak bijaksana bila modem anda hanya 33.6 Kbps, padahal untuk itu anda harus membayar lebih mahal. Selain itu perlu diingat bahwa meski modem dan ISP anda bisa melakukan koneksi 56 Kbps, pada prakteknya ini jarang terjadi karena buruknya jaringan telepon, padatnya jaringan dan sebab lainnya. Terlebih secara nasional backbone yang menghubungkan Indonesia dengan negara luar relatif kecil. Ini terutama terasa pada puncak krismon yang lalu. Ini tidak aneh karena sewa backbone inilah yang merupakan pos pengeluaran terbesar dan ditentukan dalam mata uang US$. Tidak heran pada masa krismon sampai dilakukan pemotongan backbone akibat ketidakmampuan perusahaan-perusahaan TI nasional. Meski saat ini keadaan sudah mulai membaik, namun tetap saja kapasitas yang dimiliki Indonesia masih sangat terbatas. Karena itu terasa ada perbedaan akses ke situs yang servernya secara fisik berada di Indonesia dan luar Indonesia. Ini menyebabkan beberapa situs besar memakai dua server untuk situs yang sama, yaitu di luar negeri untuk pengakses di luar negeri dan di dalam negeri untuk pengakses di Indonesia.
  • Untuk anda yang hanya mengakses dari tempat tertentu saja (rumah misalnya), pilih ISP yang memiliki akses poin terdekat dengan lokasi anda. Ini untuk mencegah anda harus membayar mahal seperti SLJJ meski masih dalam kode kota yang sama. Kalau perlu pastikan tarif antara akses poin dan lokasi anda ke Telkom.
  • Bila lokasi anda kebetulan bisa dilayani oleh TV kabel serta anda termasuk pemakai berat internet, ada baiknya mempertimbangkan koneksi melalui TV kabel. Selain jauh lebih cepat dan relatif bebas gangguan, anda bisa memakai internet 24 jam dengan biaya bulanan yang sama. Meski terasa agak mahal, karena harus membeli modem khusus, bila dihitung sebenarnya ini jauh lebih murah. Tentu saja ini tergantung pada kapasitas pemakaian anda perbulannya sampai sejauh mana.
  • Bila pemakaian internet anda sifatnya insidentil saja, mungkin lebih murah memakai ISP dengan sistem prabayar. Sebab dengan sistem ini anda tidak perlu membayar biaya bulanan.
  • Yang terakhir, pertimbangkan semua aspek terutama kapasitas pemakaian rata-rata perbulan dan sarana yang disediakan ISP anda. Untuk itu mungkin anda bisa mencoba 1-2 bulan untuk mengetahuinya. Setelah itu anda tidak perlu ragu untuk berganti ISP yang lebih sesuai. Karena itu batasi hubungan dengan ISP sebatas “sarana masuk” ke internet dan hindari ketergantungan pada ISP tertentu dengan memakai email dari ISP secara aktif misalnya. Lebih baik memakai email cuma-cuma yang banyak disediakan.

Posted On Oktober 17, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

SEJARAH INTERNET

Secara harafiah, internet (kependekan dari kata inter-network) ialah rangkaian komputer yang berhubung menerus ke beberapa rangkaian.Internet ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol).Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 01 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

Intenet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat_elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat_elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia.Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

SaHabat

Posted On Oktober 11, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

sahabat tu yg meghampiri kita ketika seluruh dunia menjauh..

gag datang kalo sedang butuh..

karn persahabatan selalu datang kapan saja..

coz persahatan tu seperti tangn dan mta..

saat tangan terluka maka mata menangis..

saat mata menangis tangan menghapusnya..

Laman Berikutnya »